Categories
Berita Forex & Ekonomi Highlight

GDP Amerika Jauh Lebih Baik dari Ekspektasi, Fed Segera Kurangi QE?

GDP Amerika kuartal kedua dirilis sangat memuaskan, angka 2,5% pada laporan hari ini jauh lebih baik dari kuartal pertama dan juga lebih baik dari prediksi para ekonom. Seiring dengan membaiknya GDP, sejumlah pengamat semakin yakin Fed akan segera mengurangi pembelian bond dan pencetakan uang, atau yang biasa disebut Quantitative Easing. Non Farm Payroll Amerika Jumat depan tentunya akan sangat diperhatikan, semakin positif data yang muncul, akan semakin meyakinkan semua pihak bahwa Fed akan segera mengurangi stimulus.

Quantitative Easing - Kebijakan Fed yang keliru?
Quantitative Easing – Kebijakan Fed yang keliru?

Pengurangan stimulus oleh Fed telah menjadi salah satu topik utama perekonomian dunia dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pihak khawatir tindakan Fed tersebut akan mengguncang kestabilan ekonomi dunia yang saat ini tengah berusaha pulih dari krisis. Salah satu ekonom senior dari Yale University, Stephen Roach, menyorot berbagai dampak yang ditimbulkan, di antaranya yang saat ini jelas terlihat adalah kehancuran mata uang dan bursa saham di negara berkembang, yang sebelumnya menguat luar biasa. Roach secara spesifik menyebut India, Indonesia, Brazil, Afrika Selatan dan Turki sebagai negara yang paling parah terkena imbasnya.

Negara-negara berkembang di duniaRoach berpendapat, rumor pengurangan QE yang beredar cukup lama, membuat investor menarik dananya secara gradual dari negara berkembang, membuat negara-negara tersebut tidak punya banyak pilihan untuk diambil, selain menaikkan suku bunga. Sebagaimana diketahui, suku bunga yang semakin tinggi, tentunya akan memperlambat perputaran roda ekonomi, yang berarti pula pertumbuhan negara-negara tersebut akan melambat. Roach menambahkan, perekonomian kelima negara yang disebutkan tadi, bisa memasuki tahap pra-krisis, karena impor mereka terus membesar, membuat defisit perdagangan menjadi semakin lebar.

Apa yang dialami negara-negara berkembang saat ini, menurut Roach, adalah dampak dari Quantitative Easing yang diterapkan Amerika. Ia juga menyebut Fed patut disalahkan atas kekacauan ini dan eksperimen kebijakan yang disebutnya gagal, yang tentunya berpeluang mendorong perekonomian dunia kembali tenggelam dalam jurang krisis.