
Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ menyebut turunnya EUR/USD di bawah 1,2000 merupakan sebuah sinyal bearish yang sangat kuat secara teknikal. Support berikutnya adalah 1,1640 yang merupakan titik terendah November 2005 silam, jika berhasil ditaklukkan, tim analis Bank of Tokyo menyebut 1,1000 sebagai potensi target berikutnya untuk tahun 2015.
Investor semakin yakin ECB akan segera menerapkan pelonggaran moneter yang lebih agresif, kemungkinan besar pada pertemuan 22 Januari mendatang. Selain itu, spekulasi keluarnya Yunani dari Eurozone juga semakin kuat apabila partai radikal Syriza memenangi Pemilu 25 Januari mendatang, yang mana bisa mempengaruhi program reformasi negara tersebut. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Euro tampaknya masih belum bisa keluar dari tekanan dalam waktu dekat ini.