Rusia setuju untuk memperpanjang tempo utang Siprus hingga 2 tahun lagi. Bantuan senilai 2,5 miliar Euro itu juga dilaporkan mendapat keringanan bunga. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Siprus hari ini.
Author: idForex
Menteri keuangan Selandia Baru, Bill English, mengatakan bahwa bank sentral Selandia Baru tampaknya tidak akan menargetkan nilai tukar.
Market Outlook – 10 Mei 2013
USD menguat tajam semalam, terutama terhadap JPY, di mana Dollar tampak menguat nyaris 200 pip. Namun perlu diperhatikan momentum menguatnya USD kali ini, karena ada beberapa rumor yang mulai menghembuskan hal-hal negatif mengenai plafon utang (debt ceiling) Amerika, yang mana berpotensi membuat USD berbalik arah.

Fokus hari ini tentunya tertuju pada pertemuan G7 di London, yang akan berlangsung hari ini hingga besok. Berbagai permasalahan global, terutama mengenai reformasi perbankan dan pertumbuhan ekonomi global akan dibahas di sini. Pemberitaan dan komentar seputar pertemuan G7 hari ini akan berpotensi mempengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang. Untuk info lebih lanjut seputar pertemuan G7, bisa dibaca di sini.
Tidak banyak news release penting hari ini, namun perlu diwaspadai untuk perilisan angka pengangguran Kanada nanti malam, yang kemudian akan diikuti oleh pidato Ben Bernanke di sela-sela pertemuan tahunan perbankan di Chicago. Pidato Bernanke layak diantisipasi, karena seringkali menimbulkan gejolak bagi USD.
Event dan news release penting hari ini:
- 13:00 WIB – EUR – Trade Balance Jerman
- 15:30 WIB – GBP – Trade Balance Inggris
- 19:25 WIB – USD – Pidato Presiden Fed Chicago, Charles Evans, di pertemuan tahunan perbankan di Chicago
- 19:30 WIB – CAD – Unemployment Rate
- 19:30 WIB – CAD – Employment Change
- 20:30 WIB – USD – Pidato Presiden Fed, Ben Bernanke, di Chicago
- 01:00 WIB – USD – Pidato Presiden Fed Kansas, Esther George, di Jackson
- 01:00 WIB – USD – Fed Budget Balance
Menteri keuangan Selandia Baru, Bill English, mengatakan bahwa Reserve Bank of New Zealand telah memutuskan untuk melakukan intervensi nilai mata uang.
Para menteri keuangan negara-negara maju G7, yang terdiri dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Inggris, Jerman, Perancis dan Italia, akan mengadakan pertemuan di London, Inggris selama 2 hari ini, tanggal 10 dan 11 Mei 2013. Fokus utama pertemuan hari ini adalah untuk membahas pertumbuhan ekonomi global yang terasa mulai melambat, sebagaimana disampaikan oleh Kanselir Inggris, George Osborne.

Amerika dalam beberapa hari ini terus mengisyarakatkan akan membawa permasalahan seputar Jepang dan Eropa di pertemuan G7. Amerika ingin agar Eropa meningkatkan permintaan sehingga bisa mempercepat perputaran ekonomi global, sekaligus mengeluarkan Eurozone dari krisis. Amerika juga meminta Jepang memaparkan perkembangan upaya-upaya memerangi deflasi, yang sejauh ini telah membuat Yen melemah luar biasa.
Berbagai angka statistik yang dirilis oleh berbagai lembaga di berbagai kawasan menunjukkan adanya penurunan aktivitas perekonomian dunia. Baik data dari China, Australia, Amerika maupun Zona Eropa, menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, sehingga bisa menjerumuskan perekonomian global ke jurang resesi kembali, sebagaimana terjadi pada akhir 2008 silam.
Reformasi perbankan juga menjadi agenda penting dalam pertemuan kali ini, di mana hal ini dipicu oleh krisis mengejutkan yang terjadi di Siprus dan bantuan darurat yang terpaksa dikucurkan pada Siprus Maret lalu. Amerika juga akan menyuarakan pendapatnya untuk hal ini, dengan menganjurkan ketersediaan modal yang lebih besar bagi bank-bank.
Berbagai komentar tentunya akan muncul pada berita-berita seputar pasar hari ini, yang mana hal tersebut mungkin akan berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar mata uang.