Categories
Fundamental Highlight

Inflasi Amerika Turun, Fed Akan Ubah Kebijakan?

Inflasi tahunan Amerika menunjukkan angka 1,3% pada laporan terakhir, cukup jauh di bawah target Fed sebesar 2%. Fed bahkan menyatakan akan membiarkan inflasi naik hingga 2,5%. Presiden Fed St. Louis, James Bullard, menyatakan kekhawatirannya terhadap inflasi yang mulai terlihat terlalu rendah. Ia pun mengatakan akan mengajak rekan-rekannya di Fed untuk berunding dan spekulasi pun muncul apakah Fed akan mengubah kebijakannya, terkait dengan pembelian aset. Sejauh ini, Fed menggelontor dana sebesar $85 miliar per bulan untuk membeli aset sekuritas, guna menurunkan suku bunga dan mendorong lebih banyak pengeluaran oleh konsumen. Namun turunnya angka inflasi menunjukkan cara ini kurang efektif dan tidak membawa perekonomian ke arah yang dikehendaki.

Inflasi - aspek penting dalam ekonomi
Inflasi rendah, harga tidak naik, mengapa itu buruk?

Dengan tidak adanya kenaikan harga barang, perusahaan tidak bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Maka langkah yang akan dilakukan oleh perusahaan adalah memangkas pengeluaran, salah satunya adalah dengan pengurangan tenaga kerja, yang mana tentunya akan meningkatkan jumlah pengangguran.

Selain itu, apabila inflasi rendah, konsumen akan cenderung menyimpan uangnya, karena tidak lagi diburu oleh kekhawatiran harga akan naik. Lambatnya perputaran uang akan menimbulkan kelesuan ekonomi. Dampak lebih lanjut, gaji karyawan akan stagnan dan penerimaan perusahaan juga tidak mengalami perkembangan, pertumbuhan ekonomi pun akan mengalami kemacetan.

Dari hal-hal di atas, bisa disimpulkan bahwa kenaikan harga atau inflasi diperlukan untuk mendorong laju perekonomian, namun dalam tingkat yang wajar, yang mana tentunya sudah direncanakan oleh masing-masing bank sentral di tiap negara. Apakah Fed akan menurunkan atau bahkan menghentikan pembelian aset? Atau bahkan meningkatkannya? Atau ada strategi lain dari para pembuat kebijakan Fed? Tentunya pernyataan-pernyataan Fed di kemudian hari akan sangat menarik dan menjadi salah satu materi yang ditunggu-tunggu oleh rekan-rekan trader sekalian.

Categories
GBP/USD Teknikal & Market Talk

GBP/USD Terjun ke 1,5265

GBP/USD merupakan pair paling aktif hari ini. Setelah melesat ke 1,5367 di sesi Eropa tadi, kini Cable melemah kembali ke 1,5265. Support selanjutnya ada di level terendah 1,5215, dengan target lebih jauh di 1,5155. Kegagalan untuk terus melaju ke atas di 1,5367 membuat GBP/USD terus membentuk high yang lebih rendah dari sebelumnya sejak akhir pekan lalu.

Categories
Teknikal & Market Talk XAU/USD (Gold)

Emas Kembali ke $1.400

Harga emas yang sempat melesat naik siang tadi, kini perlahan-lahan turun kembali. Harga emas saat ini kembali ke kisaran $1.400 dan apabila turun di bawah level tersebut, maka akan memicu aksi jual lebih lanjut ke kisaran $1.380 hingga $1,340. Titik terendah di $1.321 akan menjadi support kuat untuk ditembus.

Categories
EUR/GBP Teknikal & Market Talk

EUR/GBP Melesat ke 0,8568

Euro menguat setelah pernyataan terbaru Jens Weidmann dan EUR/GBP pun terimbas. Pair menguat tajam dan saat ini berada di kisaran 0,8568. Target selanjutnya ada di 0,8585. Apabila gagal menembus level tersebut, EUR/GBP berpotensi kembali melemah ke 0,8535 hingga 0,8500.

Categories
Berita Forex & Ekonomi

Weidmann Perjelas Pernyataannya, Euro Menguat

Euro melemah setelah Presiden Bundesbank, Jens Weidmann, mensinyalir ECB akan menurunkan suku bunga. Namun hari ini, Weidmann memperjelas maksud pernyataan tersebut, yakni ECB mungkin akan mengevaluasi suku bunganya apabila ada perubahan data ekonomi yang berkaitan dengan hal tersebut. Euro menguat paska pernyataan tersebut.