EUR/USD yang semalam tertekan oleh komentar suku bunga oleh Jens Weidmann, terlihat mulai rebound pagi hari ini. Pair saat ini berada di kisaran 1,3058. Support utama di 1,3000 masih berpeluang teruji kembali dan apabila tertembus tentunya akan berpotensi menimbulkan momentum ke bawah yang lebih besar. Apabila terus menguat, target berikutnya ada di 1,3075 dan 1,3100.
Author: idForex
James Bullard, Presiden Federal Reserve Bank St. Louis mengatakan, inflasi telah jatuh terlalu jauh di bawah sasaran Fed 2%, dan penurunan lebih lanjut bisa mendorong peningkatan pembelian aset oleh bank sentral.
International Monetary Fund mengatakan bahwa terdapat sekitar 20 persen hutang perusahaan bukan bank di daerah euro dengan perekonomian paling buruk yang tidak bisa dipertahankan lagi, dan kemungkinan akan memaksa perusahaan untuk memangkas dividen dan menjual aset. Tentunya hal ini akan berdampak negatif bagi tingkat kepercayaan konsumen.
Market Outlook – 18 April 2013
USD menguat di sesi Amerika kemarin dan Euro tampak melemah tajam paska pernyataan Jens Weidmann mengenai kemungkinan ECB menurunkan tingkat suku bunga. Pagi ini, tidak banyak pergerakan terjadi, USD masih tersupport, sedangkan harga emas terlihat kembali turun dan sempat menyentuh $1.336.

Pertemuan G-20 di Rusia hari ini akan menjadi sorotan, berbagai topik penting perekonomian global akan dibahas, pemberitaan seputar event yang akan digelar sampai besok ini berpotensi mempengaruhi pergerakan harga. Sementara itu, angka Retail Sales Inggris dan pengangguran Amerika yang akan dirilis hari ini juga akan menjadi sorotan.
Event dan news release hari ini:
- Hari ini – Pertemuan hari pertama G-20 di Washington D.C.
- Sesi Eropa hari ini – Penjualan Bond Spanyol dan Inggris
- 15:30 WIB – GBP – Retail Sales
- 16:00 WIB – CHF – Pidato Anggota SNB, Fritz Zurbrugg, di Basel
- 19:30 WIB – USD – Unemployment Claims
- 21:00 WIB – USD – Philly Fed Manufacturing Index
- 22:00 WIB – CAD – Pidato Gubernur BoC, Mark Carney, di Washington D.C.
- 23:00 WIB – USD – Pidato Anggota FOMC, Sarah Bloom Raskin, di New York.
Presiden Federal Reserve of St. Louis, James Bullard, mengatakan bahwa kebijakan moneter seharusnya diarahkan oleh target kestabilan harga bank sentral walaupun angka pengangguran masih tinggi.