Keterburu-buruan penghematan fiskal di Eropa telah memperburuk situasi ekonomi di beberapa negara, kata Menteri Keuangan AS Jack Lew pada hari Rabu, dengan alasan bahwa perlu menilai dampak dari pemotongan anggaran terhadap pertumbuhan dan lapangan kerja.
Author: idForex
Royal Dutch Shell PLC mengatakan telah menutup jaringan pipa utamanya di delta selatan Nigeria yang kaya minyak untuk meniadakan titik yang digunakan para pencuri untuk mencuri minyak mentah.
Saham-saham Wall Street hari Rabu turun tajam, sehari setelah pulih dari penurunan terbesar tahun ini.
Laba yang mengecewakan dari Bank of America, pembuat chip Intel dan Yahoo membebani sentimen. Saham Apple juga turun 5% lebih, serendah $398,11, yang juga membebani pasar.
Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya, ditengah upaya para pedagang menyelamatkan dolar-nya ketika saham-saham Wall Street mencatat kerugian besar dan penurunan euro.
Euro hari ini melemah signifikan setelah Presiden Bundesbank, Jens Weidmann, mengungkapkan adanya kemungkinan ECB menurunkan suku bunga. Rumor ini telah beberapa kali berhembus sebelumnya, namun tampaknya akhir-akhir ini semakin santer terdengar, apalagi Jens Weidmann tergolong jarang berbicara mengenai hal-hal seperti ini. Mungkinkah ECB benar-benar mempersiapkan rencana untuk menurunkan suku bunga? Apabila benar, maka diperkirakan aksi jual besar-besaran akan melanda Euro.

Selain rumor ini, ada juga beberapa faktor lain yang tidak boleh dilupakan, di mana hal-hal ini bisa semakin memberikan tekanan bagi Euro. Data ekonomi Eurozone saat ini boleh dibilang tidak menunjukkan angka-angka yang menunjang, tentunya akan membuat investor maupun trader mulai kehilangan kepercayaan pada Euro. Lebih jauh lagi, Amerika dan China mengindikasikan akan mulai mengurangi pemberian stimulus, hal ini berpotensi berdampak bagi Eropa, karena kedua negara raksasa dunia tersebut merupakan konsumen besar produk-produk Eropa. Apabila permintaan mereka menurun, ekspor Eropa akan berkurang, tentunya negara-negara Eropa kembali akan memangkas pengeluaran. Seperti kita ketahui bersama, austerity measures yang terus menerus akan ‘menghancurkan’ pertumbuhan ekonomi negara itu sendiri.
Bagaimana pendapat Anda?