Sejumlah bank sentral menerapkan quantitative easing sebagai solusi mempercepat pertumbuhan ekonomi. IMF memperingatkan agar tidak terlalu lama menerapkan metode ini, karena hanya akan menguntungkan secara jangka pendek, namun bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Penerapan metode ini dinilai akan memindahkan krisis dari satu bagian ke bagian lainnya, misalnya ketersediaan dana pensiunan atau perusahaan-perusahaan asuransi.
Kucuran bantuan yang terus menerus diberikan juga akan membuat perusahaan-perusahaan “ketagihan”. Bukannya berbenah, mereka akan cenderung menutupi kerugian dan menunggu kucuran bantuan, hal ini tentunya akan sangat merugikan di kemudian hari. IMF juga mengkhawatirkan saat stimulus mulai dikurangi, investor pemegang bond akan mulai aktif menjual kepemilikan mereka.
EUR/USD menguat sepanjang sesi Eropa dan sempat menyentuh 1,3138. Namun pair segera berbalik ketika memasuki sesi Amerika dan kini berada di 1,3090. Support ada di level 1,3055 dan sell stop dikabarkan telah menanti apabila level tersebut berhasil ditembus. Titik tertinggi sore tadi di 1,3138 akan menjadi resistance.