Laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mereda pada kuarter kedua tahun ini seiring dengan warga Amerika Serikat yang mengurangi pengeluaran sehari-hari mereka. GDP negara tersebut hanya meningkat 1,4 persen pada kuarter kedua, sedangkan pada kuarter sebelumnya GDP meningkat 1,9 persen.
Author: idForex
Seiring dengan semakin memburuknya resesi di Inggris, GDP negara tersebut turun hingga 0,2 persen pada kuarter kedua tahun ini. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari penurunan pada kuarter sebelumnya dan diprediksikan masih akan terus menurun.
Output industri Argentina menurun hingga lebih dari 4 persen pada bulan Juni, hal ini dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi Brasil yang sekaligus berdampak pada ekspor otomotif Argentina.
Inflasi Brasil mengalami kenaikan yang tak terduga pada bulan ini, sehingga membuat para investor semakin yakin bahwa bank sentral akan segera mengakhiri pemotongan suku bunga yang terus berkelanjutan.
Inggris mengalami defisit keuangan yang melampaui prediksi awal pengamat ekonomi. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya apakah George Osborne mampu memenuhi target fiskal yang dibuatnya.