Perekrutan tenaga kerja di Selandia Baru pada kwartal pertama yang lalu mencapai rekor baru, dengan peningkatan 1,7 persen (38.000 pekerjaan).
Author: idForex
Market Outlook – 9 Mei 2013

Selandia Baru dan Australia pagi ini mengumumkan tingkat pengangguran yang mengalami penurunan dibandingkan bulan kemarin. Sebagai imbasnya, NZD dan AUD menguat tajam terhadap sejumlah mata uang lain di sesi Asia hari ini. Beberapa bursa Eropa akan libur hari ini, market Eropa diperkirakan akan cenderung tenang sore nanti, hingga menjelang sesi Amerika, di mana akan ada pengumuman tingkat suku bunga Inggris. MPC diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga, tetap di level 0,5%.
Pertemuan G7 akan digelar di Inggris selama hari, yakni pada hari Jumat dan Sabtu besok. Beberapa permasalahan telah disiapkan untuk dibahas, termasuk Amerika yang secara langsung menyatakan ingin mengetahui perkembangan perekonomian Jepang paska perubahan kebijakan BoJ yang membuat Yen melemah tajam.
Event dan news release penting hari ini:
- 15:00 WIB – EUR – ECB Monthly Bulletin
- 15:30 WIB – GBP – Manufacturing Production
- 18:00 WIB – GBP – Official Bank Rate, Asset Purchase Facility dan MPC Rate Statement yang menyertai
- 19:30 WIB – CAD – NHPI
- 19:30 WIB – USD – Unemployment Claims
- 21:00 WIB – GBP – NIESR GDP Estimate
Pergerakan USD/CAD masih tampak berat, pair terus melaju turun secara bertahap sejak pekan terakhir April dan masih berlanjut hingga pagi ini. Pair saaat ini ada di 1,0020. Target ada di level parity 1,0000 dan apabila berhasil ditembus, maka level 0,9930 akan menjadi target berikutnya. Potensi koreksi ada di 1,0050 dan 1,0080.
Pengangguran Australia turun dari 5,6% menjadi 5,5%. AUD/USD pun melesat naik ke 1,0251 sesaat setelah perilisan. Pair saat ini sedikit terkoreksi dan tengah berada di 1,0234. Level 1,0250 akan menjadi resistance dan perlu dilalui untuk mengurangi tekanan bearish. Apabila tertembus, maka target lebih lanjut ada di 1,0270 dan 1,0320. Sementara support kuat ada di 1,0150.
Salah satu anggota bank sentral Eropa, Yves Mersch, mengatakan bahwa penurunan suku bunga yang semakin mendekati nol menjadi kurang efektif.