
Krisis Eropa seperti wabah yang terus menular dari negara yang satu ke negara yang lainnya. Setelah Yunani, Portugal, Irlandia dan Siprus, beberapa negara terancam bernasib serupa. Ekonomi mereka tampak terseok-seok dan diperkirakan hanya menunggu waktu saja, di mana mereka tidak bisa lagi memperbaiki perekonomian dan membutuhkan bantuan ECB dan IMF.
Spanyol
Ekonomi Spanyol terus menyusut untuk 7 kuartal berturut-turut, menunjukkan tidak adanya peningkatan dalam hampir 2 tahun terakhir. Beberapa analis memprediksi tinggal menunggu waktu saja untuk Spanyol mengakui bahwa mereka membutuhkan bailout. Meningkatnya pengangguran dan macetnya roda perekonomian di Spanyol tampaknya akan memaksa pemerintah untuk kembali menunda pelaksanaan rencana-rencananya dalam memerangi defisit anggaran. Namun demikian, Bank Sentral Spanyol memprediksi pertumbuhan tahun 2014 akan kembali positif, setelah merevisi pertumbuhan tahun ini dari 1,3% ini menjadi -0,5%.
Slovenia
Slovenia mulai membuat dunia khawatir setelah mereka gagal menyediakan dana bantuan untuk 3 bank terbesar di sana, termasuk juga peringatan dari Moody’s bahwa bank terbesar kedua (NKBM) memiliki resiko default tinggi . Penjualan bond Slovenia juga tidak begitu mulus, karena investor khawatir negara ini akan menjadi negara berikutnya yang memerlukan bailout untuk menyelamatkan perekonomian mereka. Walaupun Slovenia adalah negara yang memiliki jumlah penduduk kecil, beberapa analis berpendapat bahwa jatuhnya perekonomian Slovenia bisa mempengaruhi kestabilan ekonomi global, termasuk keutuhan ke-17 negara pengguna Euro. Analis juga membandingkan Slovenia dengan Siprus, yang juga mengejutkan dunia dengan krisis yang begitu parah yang mereka alami.
Italia
Kondisi perekonomian Italia sudah terbilang sangat mengkhawatirkan, ditambah lagi dengan tersendatnya proses pemilihan Presiden yang baru sejak Februari, dan baru terselesaikan pertengahan bulan ini. Sejumlah analis khawatir penundaan pembentukan kabinet baru akan merusak rencana pemulihan ekonomi, sehingga bisa menjerumuskan perekonomian Italia ke jurang resesi yang lebih dalam lagi.
Luxembourg
Negara kecil Luxembourg juga mulai menarik perhatian dunia. Uni Eropa telah memperingatkan Luxembourg untuk memperbaiki sistem perbankannya, guna menghindari permasalahan serupa dengan Siprus. Seperti kita ketahui bersama, bank-bank Siprus memiliki aset sebesar 8 kali GDP, dan itu telah membuat perekonomian Siprus lumpuh, sedangkan rasio untuk bank-bank di Luxembourg adalah 23 kali dari GDP, sehingga bukan tidak beralasan apabila Uni Eropa khawatir dengan perkembangan ekonomi negara berpenduduk sekitar 500.000 jiwa ini.
Nah, kira-kira giliran siapa selanjutnya?