FOMC Minutes semalam menyorot ketidakpastian ekonomi global, salah satunya dikarenakan keluarnya Britania Raya dari Uni Eropa. Selain itu, sektor tenaga kerja di luar dugaan melambat, memberikan alasan tersendiri bagi Fed untuk menunda kenaikan suku bunga.
Brexit berpeluang menimbulkan guncangan dan dampak negatif bagi perekonomian Amerika. Oleh karenanya, Fed memutuskan untuk menunggu lebih lama dan melihat konsekuensi apa yang terjadi pada perekonomian Amerika. Apalagi laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi dunia masih lambat dan sejumlah bank sentral masih menerapkan suku bunga rendah.
Secara umum, Fed berpendapat perekonomian Amerika terus membaik dan semakin kuat. Inflasi juga terus meningkat seiring dengan naiknya tingkat gaji. Sebagian besar anggota FOMC berpendapat kenaikan suku bunga masih sesuai selama tren domestik berlanjut dan tidak ada gejolak finansial yang serius.
