Bank-bank Sentral semakin mengintensifkan peringatan mengenai krisis hutang Eropa yang akan mampu mempengaruhi pasar finansial di seluruh dunia, selain itu pemilihan presiden Yunani yang akan berlangsung dua hari lagi juga sangat ditunggu-tunggu oleh para investor.
Inflasi di India meningkat lebih cepat dibandingkan prediksi awal seiring dengan meningkatnya harga pangan dan bahan bakar. Inflasi negara tersebut meningkat 7,55 persen pada bulan Mei.
Penjualan retail di Amerika Serikat menurun 0,2 persen pada bulan Mei, yang mana terus menurun hingga dua bulan berturut-turut. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan lapangan pekerjaan dan pendapatan konsumen, sehingga mempengaruhi pengeluaran mereka.
Perdana menteri Spanyol, Mariano Rajoy, mengatakan bahwa ia akan terus berusaha untuk meyakinkan bank sentral negara-negara Uni Eropa supaya mereka bersedia membeli hutang dari negaranya.
Bank sentral Thailand tetap bertahan dan tidak mengubah suku bunga, yaitu tetap pada 3 persen, walaupun resiko dari krisis hutang Eropa dan melambatnya laju ekonomi di China semakin meningkat.