
Melalui Reuters, Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evans, menekankan pentingnya menciptakan kredibilitas kebijakan Fed.

Melalui Reuters, Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evans, menekankan pentingnya menciptakan kredibilitas kebijakan Fed.

Negosiator perdagangan China, Liu He, dikabarkan akan menunda kunjungannya ke Washington, Amerika, yang dijadwalkan pada hari Kamis pekan ini. Tidak hanya sekedar menunda, pemerintah China kabarnya tengah mempertimbangkan untuk membatalkan sepenuhnya rencana kunjungan tersebut.
Dilansir dari South China Morning Post, cuitan Presiden Donald Trump terkait tarif tambahan yang mungkin dikenakan terhadap produk-produk dari China menjadi pertimbangan tersendiri. China menganggap sikap Trump akan menempatkan negosiator mereka di posisi yang sulit.
Presiden Amerika, Donald Trump, melalui Twitter-nya mengatakan China sudah membayar tarif selama 10 bulan dan tarif tersebut telah berdampak positif bagi perekonomian Amerika. Masih ada $325 miliar impor dari China yang belum tersentuh pajak dan akan segera dikenakan tarif 25%.
Trump menilai negosiasi berjalan terlalu lambat, apalagi China kembali mengajukan tawaran.
For 10 months, China has been paying Tariffs to the USA of 25% on 50 Billion Dollars of High Tech, and 10% on 200 Billion Dollars of other goods. These payments are partially responsible for our great economic results. The 10% will go up to 25% on Friday. 325 Billions Dollars….
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) May 5, 2019

Larry Kudlow, penasihat ekonomi Presiden Donald Trump, mengatakan inflasi yang rendah mungkin mengindikasikan Fed perlu menurunkan suku bunga, dilansir dari Bloomberg: