Presiden UBS, Axel Weber, memberikan peringatan keras bagi Eurozone. Ia mengatakan situasi di Eropa masih rawan dan kawasan tersebut masih belum keluar dari jeratan utang, oleh karenanya tahun ini mereka bisa saja tertinggal dari Amerika atau China. Weber juga masih menunjukkan kekhawatirannya, terutama melihat stagnannya perekonomian sebagian besar negara anggota Eurozone, apalagi ia juga yakin beberapa bank akan gagal lolos dari stress test.

Senada dengan Weber, profesor dari Harvard, Kenneth Rogoff, mengatakan pesimismenya terhadap Euro. Menurut Rogoff, peluncuran Euro adalah sebuah kesalahan sejarah yang sangat besar, yang dilakukan terlalu dini. Kekhawatiran hancurnya Euro memang mulai menghilang, tapi ia memperingatkan tingginya pengangguran, terutama usia muda, merupakan hal yang sangatlah mengerikan, yang tentunya tidak bisa dibiarkan berlanjut dalam 5 tahun ke depan.