
Dalam konferensi pers setelah FOMC Minutes semalam, Presiden Fed, Janet Yellen, menegaskan kenaikan suku buga selanjutnya akan menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi Amerika. Jika pertumbuhan solid atau inflasi meningkat lebih pesat dari prediksi, maka kenaikan suku bunga bisa lebih cepat juga, sebaliknya data yang mengecewakan akan membuat Fed lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.
Yellen menyebut kenaikan suku bunga semalam sebagai kemajuan yang signifikan bagi perekonomian Amerika. Tingkat mengangguran 5% sudah sangat dekat dengan target jangka panjang, namun Fed optimis masih ada ruang bagi sektor tenaga kerja untuk terus membaik. Yellen berpendapat menunda kenaikan suku bunga lagi akan mengacaukan rencana pengetatan kebijakan Fed. Ia pun yakin kenaikan suku bunga tidak akan mengganggu laju pertumbuhan ekonomi.
Berbicara mengenai menguatnya USD, Yellen menyebut CPI Amerika bisa jadi akan tertekan. Sementara ekspor telah menurun akibat naiknya nilai tukar USD dan juga melambatnya perekonomian negara-negara lain. Namun demikian, ia melihat resiko dari luar Amerika telah berkurang saat ini.