GBP/USD melesat naik ke 1,5366 di pembukaan sesi Eropa siang hari ini. Minat jual yang cukup besar dikabarkan ada di kisaran 1,5400 dan jika tertembus, sejumlah stop dikabarkan sudah menanti untuk mendorong GBP/USD naik lebih lanjut ke 1,5485.
Author: idForex
Utang negara merupakan suatu hal yang sangat perlu untuk dikontrol. Utang yang terlalu besar akan membebani perekonomian, bahkan bisa dibilang akan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi. Negara dengan tingkat utang yang besar bisa diibaratkan mobil yang melaju dengan pedal rem terinjak, di mana apabila pedal gas diangkat sedikit saja, bisa menyebabkan mobil berhenti melaju.
Ada banyak alasan pemerintah suatu negara melakukan pinjaman, di antaranya adalah untuk pembangunan berbagai sarana bagi rakyat, misalnya transportasi, sekolah, rumah sakit dan lain sebagainya. Pinjaman semacam ini bisa meningkatkan produktifitas di kemudian hari dan berimbas pada meningkatnya perputaran roda ekonomi suatu negara. Namun, ada juga pinjaman yang tidak produktif, seperti misalnya digunakan untuk membayar tunjangan pensiun dan kesehatan.
Mengapa Utang Membebani Perekonomian?
Semakin besar utang suatu negara, maka semakin besar pula resikonya untuk gagal melunasi utang tersebut. Dengan kondisi tersebut, maka bond yang dirilis oleh pemerintah harus memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi untuk mengundang minat pembeli. Investor tentunya meminta imbalan yang lebih besar sesuai dengan resikonya.
Tingginya tingkat bunga pada bond pemerintah akan berimbas pada naiknya bunga pinjaman yang akan dikucurkan pada masyarakat. Berbagai produk pinjaman bank, seperti kredit kendaraan bermotor, kredit rumah, dan lain sebagainya, akan mengalami kenaikan, membuat kredit semakin tidak terjangkau untuk sebagian kalangan masyarakat.
Dampak lebih lanjut dari situasi di atas, pertumbuhan ekonomi akan melambat. Pemerintah akan mengalokasikan lebih banyak anggarannya untuk membayar utang, sehingga porsi untuk kepentingan lain, seperti anggaran pembangunan, pendidikan, kesehatan, akan menyusut. Pada suatu titik, negara akan mulai terbeban dan tidak memiliki dana untuk menutup semua operasional tersebut, sehingga penghematan pengeluaran pun dilakukan, seperti pemotongan tunjangan pensiunan, tunjangan pendidikan, dan berbagai pengeluaran yang bisa ‘dikorbankan’. Kemudian pemerintah akan menaikkan pajak untuk menggalang dana segar dari rakyat dan menurunkan suku bunga deposito bank untuk memacu perputaran uang. Hal ini bisa merusak pertumbuhan perekonomian suatu negara.
Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, berencana untuk kembali mengajukan rancangan penurunan defisit kepada kongres, menyatakan bahwa rencananya untuk mengeluarkan dana $3,8 triliun di tahun fiskal 2014 akan mampu memperkecil defisit dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
USD/JPY kembali menguat ke kisaran 99,75, pair tampak bersiap menguji titik tertinggi kemarin di 99,87 yang mana juga merupakan harga tertinggi sejak pertengahan 2009 lalu. Level psikologi 100,00 tampaknya akan menjadi sasaran dan bisa memicu pergerakan lebih jauh ke atas apabila tertembus, dengan target titik tertinggi April 2009 di 101,45.
Quantitative Easing
Quantitative Easing adalah sebuah langkah yang ditempuh bank sentral untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar, yakni dengan cara mencetak uang baru dan membeli bond pemerintah. Bank sentral akan mencetak uang baru yang akan digunakan untuk membeli bond pemerintah, mengakibatkan harga bond naik dan bank sentral akan kembali menjual bond untuk mendapatkan uang dengan jumlah yang lebih banyak.