
RBA menurunkan proyeksi inflasi untuk 2016 dari 2-3% menjadi 1-2%, dengan proyeksi GDP tetap di antara 2,5-3,5%. RBA juga menyorot rendahnya kenaikan gaji di Australia, yang menurut mereka sangat mengejutkan. Namun demikian, RBA masih belum memberi sinyal akan menurunkan suku bunga lebih lanjut.
Perekonomian China disebut RBA sebagai salah satu faktor utama yang menimbulkan ketidakpastian, apalagi China disebut lebih memprioritaskan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek dibanding jangka panjang.
Bank sentral juga berpendapat nilai tukar AUD yang naik 10% sejak awal tahun ini telah menghambat laju pertumbuhan ekonomi antara 0,5-1,5%. RBA menegaskan akan memperhatikan perkembangan dengan seksama dan siap menyesuaikan kebijakan untuk mencapai target inflasi.
One reply on “RBA Turunkan Proyeksi Inflasi 2016”
[…] RBA menurunkan proyeksi inflasinya pagi ini, berimbas pada meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga RBA dan turunnya nilai tukar AUD/USD. Pair meluncur turun dari sekitar 0,7475 dan tampak menguji support 0,7400. Pair sekarang berada di 0,7401 dengan capaian terendah sejauh ini di 0,7394. […]